Langkahku Random Thoughts

Penipuan M-Banking – 3 Langkah Cara Menghindarinya

Penipuan M-Banking,

16 Desember 2020 sebagai jejakku menjadi catatan terpenting dalam sepanjang hidupku. Berawal dari keinginan untuk menambah pundi-pundi dengan membeli saham.

Pembelian itu menggunakan aplikasi IPOTGO dan ketika mau transaksi aku lupa dengan username, inilah menjadi kunci awal penipuan m-banking.

Kronologis Penipuan M-Banking

Rabu, 16 Desember 2020 jam 11. 15 siang aku ingin melakukan transaksi pembelian saham di aplikasi IPOTGO namun lupa username , aku telpon ke IPOTGO tidak diangkat sampai nada tunggu berulang lima kali berturut-turut.

Setelah itu aku email ke IPOTGO dan menunggu beberapa menit belum ada respon, karena merasa lama aku memutuskan mencari telegram IPOTGO dan terjadilah komunikasi via chat.

Ternyata akun yang aku ajak chat adalah palsu dan terjadilah penipuan, penipu memberi link dan setelah dibuka keluar seperti ini

Kesalahan pertama yang aku lakukan adalah mengisi dan lupa dari peringatan pihak IPOTGO bahwa mereka tidak pernah meminta data pribadi, terutama PIN ataupun pasword.

Selanjutnya kesalahan kedua adalah ketika penipu tersebut memintaku untuk sms hal berikut ke 69888

IPOT Indopremier, [16.12.20 11:51]
BCA mobile 1
Mohon jangan ubah SMS VERIFIKASI.
No. Ref:
H96871HW0F349B02
Tgl/Jam: 161220 115046
Kirim SMS untuk melanjutkan dan kembali ke BCA mobile

Dua langkah tersebutlah menjadi kunci rekening BCA ku diambil alih dan semua isi dana tersisa saat itu dipindahkan.

Sekitar jam 16.00 aku tersadar chat tersebut penipuan M-Banking karena mau melakukan transaksi m-banking error dan aku telpon BCA untuk memastikan saldonya dan informasi dari BCA saldo hanya tinggal lima puluh ribu.

Sisa saldo itu membuktikan kalau rekeningku sudah diambil alih dan aku meminta pihak bank untuk memblokir.

3 Langkah menghindari tipuan M-Banking

Dari apa yang aku alami Rabu yang menjadi catatan pentingku adalah

hal yang cepat itu tidak selalu tepat

Karena itulah awal dari kejadian tipuan m-banking, ingin cepat mendapatkan username yang terlupa.

Maka untuk menghindari hal itu perlu sangat diingat adalah,

1. Kuasai percakapan dan lupakan data pribadi

Jangan pernah memberi data pribadi untuk yang berhubungan dengan system online, mungkin ini sudah menjadi peringatan seringkali kita terima.

Namun percayalah saat kita membutuhkan sesuatu peringatan itu sering akan terlupakan, dengan hal itu setelah mengalami kejadian tipuan m-banking kemarin aku berpikir bukan perkara tidak memberi tapi lebih kita harus lebih menguasai percakapan.

Artinya dengan menguasai percakapan kita tersadar apa yang kita butuhkan tanpa mengikuti kemauan penipu.

Kenapa aku katakan menguasai percakapan karena pola penipu sama yaitu mengarahkan berulang apa yang mereka butuhkan bukan kita butuhkan dan dengan menguasai percakapan kita akan tersadar bahwa data pribadi tidak perlu sampai memberi tahu terutama PIN dan mengikuti perintah untuk kirim informasikan apapun ke Bank.

Karena dengan menginformasikan PIN ke pihak manapun dan kirim pesan ke Bank artinya memberi kuasa pada pihak lain untuk melakukan transaksi rekening.

2. Beri Waktu

Setiap perkara yang diluar kendali selalu berakar dari terburu-buru, ingin menyelesaikan perkara dengan cepat dan tuntas.

Seperti yang kukatakan diatas, bahwa tidak selalu yang disebut cepat itu baik, waktu memang tidak menunggu tapi terburu-buru akan membawa kita lupa akan ego yang mengintip untuk menjadikan semuanya lekas selesai.

Ketika keinginan semakin kuat dan itulah celah bagi penipu untuk memanfaatkan keadaan bahwa dia punya keinginan jadi lupa bahwa hanya demi tujuan tercapai melupakan proses yang tepat yang mengakibatkan kerugian sendiri.

Beri ruang,

Iya dengan memberi ruang pada waktu yang artinya tunggu, bila keinginan semakin kuat atau berujung panik lebih baik diam. Bila memikirkan kerugian, pikirkan dalam keputusan yang buru-buru akan menghasilkan ketidaktepatan.

Memutuskan dengan tenang selalu memberi jalan dan hasil yang baik.

Sepertinya halnya aku saat itu, karena terburu-buru ingin segera mendapatkan username dan takut kehilangan dana yang sudah ditransfer, hanya ingin mencapai tujuan lupa bahwa proses memberi pin dan melakukan sms ke bank itu membawa kerugian seluruh saldo di rekening hilang.

3. Konsultasikan ke teman

Terkait tentang transaksi yang mengarah ke rekening bank dengan kejadian kemarin baiknya adalah konsultasikan ke teman atau bicarakan, walaupun seakan tahu tapi minta pendapat orang lain jauh lebih baik.

Apakah tindakan tepat atau hanya sebuah keberanian yang beresiko tinggi. Kadang kita sering berpikir sendiri memutuskan hasilnya akan baik-baik saja.

Pikiran berdua atau lebih akan jauh lebih baik dari pada hanya sendiri

Mungkin itu yang perlu diingat, karena seringkali keputusan sendiri tanpa diskusi akan membawa arah menyenangkan ego. Orang lain akan memberi informasi hal yg kadang kita lupakan.

Mungkin bila aku saat itu bicara lebih detail ke kawanku tentang langkah-langkah yang diberi oleh penipu , dana rekeningku akan terselamatkan.

Langkah bila mendapatkan penipuan m-banking

Untuk menghindari penipuan lakukan 3 langkah diatas , akan tetapi bila sudah mengalami penipuan, baiknya jangan pasrah dan berdiam diri.

Laporkan ke pihak yang berwenang.

Saat mengalami perkara diatas aku disarankan kawan untuk melaporkan ke polisi setempat dan dari sana diarahkan ke Polda.

Pelaporan atas penipuan m-banking walau disebut kriminal cyber tetap tidak bisa langsung melapor ke divisi tersebut.

Langkah pertama harus ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), disana akan ditanya bagaimana prosesnya dan setelah itu dibuatkan laporan secara tertulis.

setelah menerima bukti pelaporan atas kejadian tersebut menunggu proses selanjutnya dari pihak penyidik.

Buat Kronologis dan lampirkan bukti

Sebelum melaporkan ke pihak Polisi yang perlu dipersiapkan kronologis kejadian, saksi ( bila saat kejadian sendiri, informasikan nama yang tahu kejadian / biasanya ketika kita mendapatkan masalah pasti ada orang yang kita ceritakan , itu bisa dijadikan saksi )

Saksi sangat penting dipersiapkan karena saat pelaporan hal yang wajib adalah menginformasikan saksi kejadian.

Selain itu yang perlu dipersiapkan adalah bukti-bukti sebagai lampiran kronologis, kejadianku kemarin aku lampirkan bukti percakapan atau chat telegram beserta rekening koran .

Mutasi bank perlu dilampirkan supaya pihak polisi tahu berapa kerugiannya dan kemana saja dana itu ditransfer sehingga memudahkan menyelidikan.

Menunggu dan Iklas

Setelah langkah-langkah sudah dilakukan yang perlu dilakukan adalah menunggu dan memberi ruang pada berwenang melakukan tugasnya.

Bagian diri adalah iklas.

Karena bagaimanapun setiap perkara selalu punya tujuan dan hanya waktu yang menjelaskan.

Sedih kecewa tentu perlu dirasa karena itulah proses manusia,hanya saja tak perlu berlama dan langkah terbaikku menghapus sedih adalah berbagi kisah ini dan semoga bisa menjadi pelajaran kita bersama.

Selanjutnya setelah iklas dan berbagi hal yang perlu dilakukan adalah melangkah supaya semakin mengerti arti perkara yang telah dialami Rabu, 16 Desember 2020 itu.

Tinggalkan Jejakmu... Karena itu Sangat Berarti!

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: