Langkahku Indonesiaku

Pesona Sibolga – Sahabat dan sebuah janji

Pesona Sibolga aku temui saat itu di 2012, kala dua orang kawan memberi kesempatanku mengunjunginya. Menjumpainya dalam dua hari dan itulah tidaklah cukup buatku saat itu.

Namun karena janji sudah terucap, ketika langkah ini ada keperluan di Medan aku tambahkan dua hari untuk berjumpa pesona Sibolga.

Karena memang tujuan awal bertemu Sibolga hanya ingin berjumpa dengan kawan-kawanku terkasih jadi tidaklah aku sediakan waktu untuk mencari tahu wisata apa yang menjadi pesona Sibolga.

Kisah ini kutulis menjadi catatan pentingku dalam langkah hidup dan sesuai janjiku ketika menulis langkah di Indonesia.

Sebelumnya tentang Aceh sudah ku tulis dengan kisahnya.

Selamat Pagi Pesona Sibolga, Sumatera Utara!

Dengan perjalanan malam aku pilih saat itu karena informasi yang kudapat , jalan menuju Sibolga dari Medan cukup memacu jantung berdetak, dimana ada dalam perjalanan didampingi dinding tinggi dan jurang disamping jalan.

Mendengar informasi itu jantungku cukup berdetak walau aku sendiri sebenarnya senang dengan hal-hal yang memicu andralin, tapi entah kenapa saat itu aku memilih perjalanan malam supaya jalan yang di info itu tidaklah aku lihat.

Tinggal naik dan tidur.

Kurang lebih 8 jam dalam perjalanan, bertemulah aku dengan Sibolga.

Kawanku menjemput ditempat yang sudah di tentukan dan sampai dirumahnya , sempat istirahat sebentar dan langsunglah aku di ajak menikmati pagi dengan kulinernya.

Tak hanya itu aku diajak juga menikmati naik tangga ratusan untuk melihat pesona kota Sibolga dari ketinggian.

Bilang saja kami saat itu menikmati pesona Sibolga di pagi hari dengan olahraga dan nikmat kulinernya.

Teringat saat itu aku di ajak makan mie, ah tiba-tiba lapar…

Nikmatnya mie Sibolga saat itu masih terasa.

Karang Bolong – Tempat Wisata di Sibolga yang Membuka Jalan

Ada yang menarik buatku menuju Sibolga, ada satu tempat atau tepatnya gerbang pintu Karang Bolong.

Saat itu untuk menuju ke Sibolga dari Medan hanya ada satu jalan dan itu harus melalui karang bolong, aku sendiri ketika saat melewatinya tertegun.

Berharap suatu saat pemerintah memberikan pilihan jalan lain , hingga segala sesuatu yang menjadi kebutuhan Sibolga semakin lancar.

karang bolong tempat wisata di sibolga sumatera utara

Sahabat dan Sebuah Janji

Sahabat memang menjadi bagian penting dalam langkahku, kali ini Iwel dan Frida , aku memanggil mereka adik-adik yang baik, pintar dan gigih.

Mengenal mereka dari sebuah bisnis yang kita bangun bersama , walaupun bisnisnya tidak berjalan lancar namun hubungan baik tetap kita bangun.

Pesona Sibolga

Contoh sederhananya bagaimana kami saling mengunjungi satu sama lainnya. Berjumpa Sibolga salah satunya.

Iwel dan Frida menjamuku dengan luar biasa, syukurku tak hentinya ketika mengingat itu.

Hingga aku teringat,

Ada satu janji yang masih aku belum tepati untukmu Iwel, kupinta kau bersabar karena itu sebuah janji dan rindu ini tak bisa diungkapkan, akan ada masanya semuanya tergenapi.

Terima Kasih Sibolga

Saat ini kalian tidaklah lagi tinggal disana tapi kenangan bersama kalian tak akan pernah terlupakan , langkah ini bersama kalian disana menggoreskan kisah bagaimana Tuhan sungguh memelihara hidupku.

Hingga aku melihat bahwa,

” jangan pikirkan bagaimana Tuhan memelihara hidupmu , tapi pikirkanlah bagaimana hidupmu sesuai dengan kehendakNYA”

Begitu nyata.

Terima kasih Sibolga, Terima kasih Sahabat dan Terima kasih Janji.

Semoga langkah ini masih punya kesempatan untuk berkunjung kembali terutama ke pulau Mursala.

2 Comments

  1. adelinatampubolon 11 Oktober 2018
    • Nik 16 Oktober 2018

Tinggalkan Jejakmu... Karena itu Sangat Berarti!

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: