Ocean Story

Menjumpai Binar dalam Pelik – Tentang Mei 22 Ilana

Menjumpai Binar
Merengkuh tanpa sengaja, hadir memberi rona dalam jiwa.

Tiba-tiba cinta datang kepadaku
Kuharap dia rasakan yang sama

Ada sesuatu saat kumelihat dia
Ada getaran membuatku rindu
Senang hatiku saat kudengar suaranya
Ingin selalu ada di dekatnya

Merona jiwa Ilana teringat dengan lagu Tiba-Tiba Cinta Datang
Namun seperti dicubit, rasa tersengat ini bukan Cinta, ini hanya hasrat yang bertemu dalam pelik.
Cinta itu menumbuhkan, menghidupkan dan bagaimana bisa menghidupkan jika insan yang beradu rasa ini milik insan lain.

Tatapan Ilana menerawang di 2016 lalu bagaimana saat ini dia bergelut dengan kebutuhan yang membawanya pada satu kejadian menjadikannya terpuruk.

Takdir Ilana memang tidak pada umumnya, jalannya cukup rumit, terlahir dengan begitu banyak ujian membawanya menjadi pribadi rumit.

April Itu – Menjumpai Binar

Bergelora hati Ilana saat seorang teman mengajaknya pergi, sedikit ada yang berbeda dan logika Ilana berdesir, berpikir apakah pertemuan ini ada sesuatu. Namun Ilana memang terlatih dengan pikiran yang positif, tentu saja dia melupakan tanda yang sudah mencubitnya.

Laksana anak kecil yang diajak bermain jauh , bertemu hal baru Ilana riang dan bersuka.

Saat dijemput dan bertemu dalam mobil ada tatapan yang berbeda dengan lelaki itu dan Ilana salah tingkah dan kembali menguasai keadaan dengan segala celotehnya.

Perjalanan panjang membawanya melupakan hal-hal yang berbeda, bagaimana biasanya pertemuan dengan teman ini beramai-ramai, kali ini berdua dan menjumpai malam menuju luar kota.

Seorang teman lama tahun ini genap sepuluh tahun mengenalnya, seseorang yang memang Ilana kagumi, bagaimana tidak , dia pribadi yang tenang, pekerja keras dan setiap tuturnya membuat Ilana terpesona, bertanggung jawab dengan keadaan. Walau begitu Ilana setitikpun tak menginginkannya sebagai seseorang yang ada dalam langkahnya lebih dalam.

Pernah memang tercetus dalam bibirnya Ilana , kelak bila waktu menginjinkan dia ingin mendapatkan pendamping seperti dia, sebut saja Jason ( Dia yg menyembuhkan ), seseorang yg akhirnya dipilih Ilana memberikan sesuatu yg dia pertahankan bertahun-tahun, namun walau begitu, setitikpun dia tak menginginkan Jason.

April Itu Ilana menjumpai binar yang dihadirkan Jason, dalam kikuknya setelah sampai tujuan dengan menempuh perjalanan yang sempat nyasar karena kami kurang paham jalan, hanya mengandalkan google map.

Ilana tetap berpikir positif walau berdua laki-laki dalam satu kamar ataupun satu ranjangpun dia tetap saja santai karena memang jiwanya berpetualang, pernah dan beberapa kali dia melakukan itu , tidak pernah terjadi apa-apa, apalagi lelaki ini teman yang sudah bertahun kenal dan dia melihat sosok yang bisa dipercaya , tentu saja Ilana tenang.

Tapi,

Hasrat berkata berbeda, ketika keadaan menggoda sesuatu terjadi diluar nalar, Ilana menikmatinya dan merona hati dan jiwanya pada saat itu, apa yang lama terhilang telah kembali, diperlakukan sebagai layaknya wanita seutuhnya membuat Ilana lupa akan pijakan.

Menjumpai binar dalam pelik.

Mei itu – Runtuh Berbinar dan Diam

Setelah kejadian tiba-tiba menjumpai binar , Ilana berada dalam waktu abu-abu, waktunya terasa terhenti, layaknya seperti neraka karena Ilana paling tidak suka dalam area yang tidak jelas,diam tidak, mundur tidak dan melangkahpun tidak.

Hasrat Ilana menginginkan , Nurani menolak, Jason memang menggoda tapi dia milik orang lain, tak pantas untuk menikmatinya, Ilana marah dengan keadaaan, karena bertahun-tahun memurnikan diri untuk tidak melakukan tak sepantasnya tapi gagal karena apa yang menjadi doa-doanya patah dengan hadirnya Jason.

Seminggu neraka Ilana berlanjut dengan berusaha bangkit dan bertemu orang-orang yang dianggap Ilana dipercaya, support systemnya, tak sanggup dia menanggung beban itu dan dia berceloteh tentang keadaannya.

Sekian sahabatnya menerima dan cenderung memberi nasehat untuk menikmati apa yang ada , jangan terlalu keras pada diri sendiri karena apa yang terlihat tidak tepat bisa saja itu sebuah alur yang memang harus dilalui dan menjadi kisah yang kemudian indah pada akhirnya.

Hati Ilana sedikit terbasuh, karena itu dia menginginkan kembali pertemuan itu dan berniat tanpa ada hal-hal yang diluar nalar, ingin berdialog dengan Jason untuk mengungkapkan apa yang dirasa Ilana.

Sebulan berlalu pertemuan itu datang dan begitu kejamnya hasrat apa yang dihindari tak mampu dibendung, dengan keiklasan diri Ilana melakukan pertemuan yang direncana sejatinya tak harus terjadi.

Runtuh

Malam itu Runtuh pertahanan yang sudah bertahun-tahun dipertahankan , laksana Senja yang merona, begitulah keadaan Ilana saat itu, hatinya merona saat diperlakukan oleh Jason, dia tidak meminta , Ilana yang bersikeras memberi karena dia penasaran bagaimana rasanya maka terjadilah.

Menjadi tersadar buat Ilana ketika biasanya dirinya disentuh akan keluar kerumitan yang kadang membuat terheran, menangis dan menjerit sedih biasanya terjadi tapi kali ini Ilana menjumpai binar itu, bukan kenikmatan yang dirasa yang biasanya dikatakan orang tapi dia sungguh tersenyum bahagia ketika melihat wajah Jason saat itu.

” Terima kasih sudah mempercayaiku, katanya dan aku jawab , Selamat Ulang Tahun “

Ruang-ruang tersembunyi itu kini sudah tenang dan terang, tidak ada lagi pedih , Jason sudah membersihkan dengan tenang terbukti bersama sentuhannya tidak ada lagi tangis yang ada senyum bahagia dan akhirnya Ilana sadar dia sudah sembuh.

Namun kesembuhannya itu membawa pelik, takdir dan jalannya Ilana memang tidak semudah langkahnya yang lain, urusan hati dan pasangan dia memang selalu menemukan kerumitan, kali ini lekaki yang terpilih adalah seseorang yang menjadi milik orang lain. Bukan Ilana yang membuat jalan itu tapi ketika dalam perjalanan Ilana memilihnya menjadi orang yang menurut Ilana pantas dan itu tanpa alasan, mengalir begitu saja.

Menjumpai binar ini memang pelik, rumit dan berkali-kali Ilana berusaha untuk tidak merindunya, tidak menyapa namun hasrat seperti tidak bisa diajak bersahabat, logika tumpul , nurani seakan mengurung diri.

Ilana beku dalam kebingungan.

Diam, cara Ilana untuk menunggu apa yang dilakukan waktu dikemudian.

Menunggu dan Terjadilah

Akhir Mei menjadi pedih setelah menjumpai binar, nurani dan logika masih belum mau diajak harmonis hanya diri beku dalam diam.

Sehingga satu kalimat berucap di bibir Ilana,

Segala sesuatu ada bayarannya, jika kenikmatan yang telah aku rasakan membayarnya dengan kepedihan ini maka terjadilah, jika menjumpai binar harus dibayar dengan bergelut pedih maka terjadilah.

Selanjutnya menunggu alur, seperti apa kisah Ilana dikemudian.

Tinggalkan Jejakmu... Karena itu Sangat Berarti!

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: