Buku

Memikirkan kepentingan banyak orang – catatanku tentang buku the innovators

Buku the innovators ingin aku tuangkan dalam catatanku disini. karya dari Walter Isaacson ini sejujurnya membacanya butuh kekuatan lebih. Karena dengan  447 hal serta  tulisannya kecil -kecil.

Walau begitu aku tetap memaksakan diri untuk tetap membacanya tanpa membiarkan diri digoda dengan buku-buku yang lebih menarik.

Ada banyak tokoh diceritakan tapi aku hanya ingin menceritakan tiga tokoh saja.

Baca juga tentang buku rumah kaca

ADA, Countess of Lovelace –   1843.

Ayahnya seorang penyair dan ibunya seorang ahli dalam matematika. Perpaduan yang sempurna menurutku. Dari tulisan Walter Isaacson aku melihat sosok Ada ini seorang wanita yang cerdas, keras kepala dan liar.

Sifat buruk  dari ayahnya seorang petualang cinta menurun ke Ada, tapi pada satu titik dia akhirnya berkata

” saya harus berhenti menginginkan kehidupan yang bertujuan semata-mata demi kesenangan atau memuaska diri sendiri. Saya merasa satu-satunya cara untuk mengendalikan imajinasi yang liar dengan mempelajari kajian ilmiah dengan sungguh-sungguh”

Tumbuh dilingkungan “Sains yang puitis ” Ada berkeinginan menciptakan mesin serbaguna dan mampu membayangkan masa depan, masa dimana ketika mesin-mesin akan menjadi mitra bagi imajinasi manusia.

Hal yang membuat aku merenung ketika Ada mampu mengendalikan diri dalam kesenangan hidup diri, mau sungguh-sungguh belajar untuk kepentingan banyak orang.

John Mauchly – 1941

Ketika melihat fotonya, hal pertama yang terpikirkan dalam benakku adalah orang yang ramah dan cerdas. Benar saja di buku ini di jelaskan bahwa John Mauchly ini seorang yang banyak bicara dengan banyak ide tumbuh berkat percakapan dua arah.

Hal menarik  dan menjadi catatan penting dalam  buku the innovators   sosok ini adalah kekuatan dia mengumpulkan banyak ide dan mengolahnya  jadi satu karya. Bersama J. Presper Eckert , John menjadi inovator yang paling menonjol.

William Shockley –   1947

Sosok Shockly aku kurang menyukainya namun tetap menjadi penting aku tuliskan disini. Shockly seorang ambisus dan mementingkan diri sendiri. dalam berkarya dia cenderung lebih memikirkan bagaimana namanya dikenal.

Dengan sifatnya seperti itu dia ditinggal oleh rekan-rekannya yang membuat dia murka. Kerja kerasnya terlihat sia-sia karena dia lebih mementingkan egonya.

Catatanku tentang buku Innovator dalam sosok Shockley adalah untuk mendapatkan satu keberhasilan meski memikirkan kepentingan bersama.

Bill Gates – 1983

Rasanya tokoh ini hampir semua orang mengetahui dan aku termasuk orang yang sangat mengidolakannya. Hampir semua tokoh yang dicatat dalam buku the innovator adalah orang-orang yang mempunyai kecerdasan luar biasa.

Kecerdasan dan kekuatan masing-masing yang menghasilkan satu karya dan dicatat dalam sejarah.

Berbeda dengan Bill Gates, buatku dia bukanlah hanya seorang yang jenius tapi  juga seorang yang pekerja keras dan sangat fokus dengan apa yang menjadi impiannya.

Selain pekerja keras Bill Gates juga seorang negosiator yang sangat ulung. Dia mampu membuat lawan bicaranya mengikuti kemauannya. Jenius, pekerja keras dan negosiator lihai perbaduan lengkap menjadi manusia gemilang.

Dan menjadi catatan pentingku di buku the innovator tentang Bill Gates adalah hidupnya selalu sederhana. Walau hidupnya begitu sukses dia selalu hidup sederhana.

Kesimpulan

Dari tahun 1843 sampai dengan tahun 2011 banyak tokoh yang diulas oleh Walter Isaacson .  477 halaman dalam buku the innovators  dia mengulasnya dengan detil.

Aku sengaja hanya mengambil tiga tokoh yang menjadi catatanku di buku the innovator karena aku berharap pembaca membaca langsung buku tersebut.

Buatku buku the innovator mengajarkan bagaimana sukses itu didapat ketika berkarya memikirkan kepentingan banyak orang. Mereka dari masa kemasa memikirkan dan berkerja keras sehingga menghasilkan apa yang kita nikmati sekarang ini.

Dan jangan takut memulai karya atau mewujudkan ide-ide walau ide itu tidak terlaksana sempurna. Waktu akan menyempurnakan bersama orang-orang yang dipilihnya.

Seperti kata Walter Isaacson dalam akhir bukunya

” Kolaborasi yang melahirkan era digital bukan hanya terjadi antar rekan sebaya, melainkan juga antargenerasi. Ide diwariskan dari satu jajaran inovator ke jajaran berikutnya ”

Bagaimana ?

Kamukah yang dipilih sang waktu untuk menyempurnakan karya generasi sebelumnya ?

Selamat Berinovasi.

 

 

 

 

2 Comments

  1. Inayah 26 Februari 2017
    • Nik 26 Februari 2017

Tinggalkan Jejakmu... Karena itu Sangat Berarti!

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: